Hutan Kota Srengseng – Wisata Hutan Kota Yang Berada Di Tengah Kota

Hutan Kota Srengseng sebelumnya adalah sebuah tempat pembuangan akhir sampah. Seiring dengan perkembangan waktu, tempat ini sudah tidak memungkinkan lagi menjalankan fungsinya. Oleh karena itu pemerintah DKI Jakarta mengubah fungsinya menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Seorang pengunjung melihat-lihat tumbuhan yang terdapat di Hutan Kota Srengseng, Jakarta, Senin (9/3). Pemprov DKI Jakarta akan melakukan rehabilitasi terhadap hutan kota seluas 15 hektare tersebut agar dapat menjaga ekosistem yang terdapat didalamnya. ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna/Rei/pd/15.

Tempat ini direhabilitasi dengan sistem gali uruk (sanitary landfill). Timbunan sampah yang terkumpul di urug dan ditutup dengan lapisan tanah. Konon, metode ini meniru apa yang dilakukan Kota Seoul, Korea Selatan. Kota itu berhasil menyulap tempat pembuangan sampah menjadi taman hijau World Cup Park.

Hutan Kota Srengseng ditetapkan sebagai hutan kota lewat Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta nomor 202 tahun 1995. Dalam surat keputusan tersebut kawasan Hutan Kota Srengseng difungsikan sebagai daerah resapan air, pengawetan plasma nuftah, tempat wisata dan aktifitas masyarakat. Namun pembangunan kawasan sudah dimulai sejak tahun 1993. Bahkan, persiapannya seperti pembebasan tanah sudah dimulai sejak tahun 1986.

Wisata rakyat

Hutan-Kota-Kembangan-Utara

Begitu memasuki gapura, kita akan dihadapkan pada portal sederhana seperti poskamling. Portal tersebut berfungsi sebagai loket tiket masuk. Tarif yang dipasang pengelola Hutan Kota Srengseng sangat terjangkau, untuk pejalan kaki Rp. 1000, bila membawa sepeda motor tambah biaya parkir Rp. 1000, sedangkan untuk kendaraan roda empat Rp. 2000.

Tempat parkir masuk menjorok ke dalam kawasan, pelatarannya cukup luas. Bisa menampung ratusan sepeda motor dan puluhan mobil. Tak jauh dari tempat parkir, berjejer kios-kios penjaja makanan dan minuman. Di seberang kios, terdapat arena bermain anak-anak. Karena sudah masuk dalam kawasan, tempat ini sudah cukup teduh dinaungi rimbunnya pepohonan.

Untuk merambah ke dalam hutan, tersedia beberapa jalur jalan setapak yang telah di pasangi conblock sekaligus juga sebagai jogging track. Jalan setapak tersebut mengarah ke beberapa objek di dalam kawasan hutan kota. Ada yang mengarah ke tepi danau, kawasan teater atau panggung terbuka, tempat panjat dinding, dan menelusuri rimbunnya pepohonan. Antara jalur satu dan lainnya saling terhubung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *