Jembatan Kota Intan Jakarta – Jembatan Kota Kolonial Belanda

Jembatan Kota Intan adalah sebuah jembatan ‘jungkit’ warisan Belanda dengan konstruksi besi dan kayu yang terletak di Kawasan Kota Tua Jakarta, merentang di atas ujung Kali Besar yang airnya gelap keruh. Jembatan Kota Intan, yang juga dikenal dengan nama Jembatan Pasar Ayam, dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1628, dan telah mengalami pemugaran beberapa kali.

d2

Jembatan Kota Intan

Jembatan Kota Intan pada mulanya dinamai Jembatan Inggris (Engelse Brug), karena di dekat jembatan itu pernah dibangun benteng pertahanan Inggris. Nama jembatan kemudian berubah menjadi Jembatan Pusat (Het Middelpunt Brug) pada 1900, konon karena dikelola pemerintah pusat Hindia Belanda.

Pada jaman itu pengoperasian jembatan ini memang perlu dikelola oleh pemerintahan kolonial, karena semua kapal-kapal yang mengangkut komoditi dari dan ke Pelabuhan Sunda Kelapa dikutip cukai ketika melewati jembatan jungkit di Kali Besar itu.

Pemandangan Jembatan Kota Intan dilihat dari arah Jl. Kali Besar Timur. Saya menyusuri tepian Kali Besar dari arah Terminal Kota Tua, dan lalu meloncati tembok ketika sampai di ujung jalan untuk masuk ke dalam lingkungan Jembatan Kota Intan yang pagar pintu masuknya tertutup ini.

d1

Suasana Jembatan ketika malam hari sungguh sangat indah

Susunan kayu pada lantai dasar Jembatan Kota Intan yang terlihat tertata rapi setelah direnovasi, namun saya tidak terlalu yakin untuk mencoba lewat di atasnya padahal mestinya masih cukup kuat untuk menopang tubuh yang tak terlalu besar ini. Alhasil saya pun hanya melihat jembatan ini dari samping saja.

Jembatan Kota Intan dikenal sebagai Jembatan Pasar Ayam karena pada tahun 1900-an di sisi jembatan pernah dijadikan pasar ayam yang ramai. Kini sistem lampu dipasang di kiri kanan Jembatan. Dengan adanya lampu sorot itu, Jembatan Kota Intan pada malam hari mungkin akan lebih elok dipandang mata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *