Kampung Betawi – Melihat Budaya Betawi Asli

Dengan luas areal 289 hektar, perkampungan Betawi ini seakan menjadi minatur pemukiman Betawi asli yang semakin tenggelam oleh gemerlap kota Jakarta. Kurang lebih 3.000 kepala keluarga menempati di kawasan tersebut yang sebagian besar adalah penduduk asli Betawi. Keberadaan perkampungan Betawi yang dulu pernah ada, kini tinggal perkampungan Setu Babakan di Jakarta Selatan dan perkampungan Betawi di Condet, Jakarta Timur. Usaha pemerintah DKI Jakarta untuk menjadikan obyek wisata budaya sekaligus mempertahankan dan melestarikan budaya Betawi, terus dikembangkan di Setu Babakan. Bersama masyarakat setempat, membuat reka pemukiman Betawi ini lengkap dengan segala atribut budayanya, seperti bentuk rumah, bahasa, kesenian (tari, musik, seni drama) adat istiadat, termasuk penganan.

Kampung Betawi

Kampung Betawi

Kawasan wisata Setu Babakan cukup ramai didatangi wisatawan lokal maupun mancanegara terutama pada hari-hari libur. Berbagai hiburan khas Betawi ditampilkan seperti tari cokek, tari topeng, kasidah, marawis, seni gambus, lenong, tanjidor, gambang kromong, dan tidak ketinggalan ondel-ondel yang menjadi salah satu ciri khas budaya Betawi.

Prosesi budaya Betawi asli bisa juga ditemukan di sana seperti upacara pernikahan, sunatan, akikah, khatam Al-Qur’an, atau menonton anak-anak yang latihan silat. Fasilatas pendukung seperti sanggar seni dan tari, pusat informasi budaya, panggung terbuka, dan sebagainya telah dibangun untuk menciptakan suasan kental Betawi.

Bagi yang suka kuliner, mencoba masakan khas Betawi bisa ditemukan pada warung-warung yang menjajakan ketoprak, gado-gado, ketupat nyiksa, kerak telor, ketupat sayur, laksa, arum manis, soto betawi, mie ayam, soto mie, roti buaya, bir pletok, nasi uduk, kue apem, toge goreng, atau tahu gejrot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *