Komplek Lanud Halim – Wisata Hutan Kota

Hutan Kota Komplek Lanud Halim ini merupakan hutan kota yang diciptakan agar mampu meredam suara bising pesawat di Lapangan Udara Halim dan tanaman yang di tanam merupakan jenis yang tidak disukai burung. Wujud hutan kota ini memang tertata berbeda dengan kawasan penghijauan di sekitarnya, yang merupakan hamparan padang Golf. Hal ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya memanfaatkan fungsi dan jasa biologis tetumbuhan dalam merendam kebisingan suara kapal terbang, yang berjarak kurang dari 700 meter dari pusat perkantoran Lanud Halim.

halim-perdana-kusuma

Kawasan ini pada hakekatnya telah ditetapkan sebagai wahana penyangga lingkungan kedirgantaraan dan sebagai wahana koleksi pelestarian plasma nutfah dari berbagai macam jenis pepohonan, yang sekaligus bergabung dengan lapangan Golf Halim. Hutan kota ini juga bermanfaat sebagai juga merupakan wahana koleksi keanekaragaman jenis dan plasma nutfah, serta sebagai kawasan rekreasi dan olahraga. Karena letaknya di tengah kota dan komplek perumahan maka tanaman yang di tanam adalah vegetasi yang mampu menyerap polusi dan penghasil O2 yang banyak. Pada saat-saat tertentu Hutan Kota Lanud Halim juga digunakan oleh kalangan militer setempat dan menjadi sarana edukasi.

1425958127 (1)

Kawasan Hutan Kota Lanud Halim, mewujudkan habitat tumbuh-tumbuhan yang berbeda dengan hamparan tumbuh-tumbuhan lainnya. Hal ini terlihat jelas apabila dibandingkan dengan hamparan tata hijau pada kawasan lapangan Golf. Jenis tumbuh-tumbuhan dikawasan hutan kota ini, merupakan koleksi dari berbagai jenis tumbuh-tumbuhan yang dinilai dapat berfungsi sebagai jasa biologis yang dapat meredam kebisingan. Dalam kawasan hutan kota ini semak belukar merupakan ciri khas, ditambah dengan hasil budidaya pembangunan hutan kota yang meliputi jenis kirai payung (Fillcium defisien), angsana (Pterocarpus indicus), saga (Andenanthera sp), kayu manis (Vitis vinisera), dan beberapa jenis jambu-jambuan (Eugenis sp), sedangkan pada lokasi yang terbuka dibudidayakan dengan jenis mangium (Acacia mangium), sengon (Paraserianthes falcataria) dan melina (Gmelina arborea). Kerapatan Pohon Ind/Ha pada lokasi Hutan Kota halim Perdana Kusuma secara rata-rata hanya di dapatkan 1430 Ind/Ha. Hal ini disebabkan banyaknya lokasi-lokasi yang sama sekali belum di tanami dan hanya berupa semak belukar dan alang-alang. Jadi hanya sebagian kecil saja dari seluruh kawasan hutan kota yang mempunyai vegetasi terutama pada lokasi sekitar waduk. Satwa liar yang jarang adalah jenis burung, hal ini nampaknya akibat pengaruh kebisingan pesawat terbang. Sedangkan jenis-jenis satwa liar yang ada antara lain kadal (Mabuia sp), tikus (Raffus sp), dan beberapa jenis serangga yang meliputi kupu-kupu kuning, belalang, dan jenis lainya.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *