Taman Anggrek Ragunan – Wisata Taman Bunga Di Perkotaan

Kira-kira 10 tahun silam, jenis tanaman ini sangat “digilai” banyak pecinta tanaman hias. Tapi kini tanaman anggrek sudah menjadi tanaman yang biasa saja. Meskipun demikian, bagi mereka, Taman Anggrek Ragunan masih merupakan tempat yang pas untuk berburu koleksi anggrek, meskipun tidak sesesak dulu pengunjungnya.

aba3a6a7dd45786b9d083422bb0723a8
Sampai saat ini, TAR memiliki kurang lebih 5.000 spesies anggrek dari 20.000 – 30.000 spesies yang tersebar di seluruh dunia, itu karena iklim di Indonesia mendukung dan cocok untuk budidaya tanaman anggrek. Beberapa koleksi anggrek diantaranya adalah dendrobium, cattleya, oncidium, vanda dan phalaenopsis yang lebih dikenal sebagai anggrek bulan. Ya, di taman ini memang memiliki koleksi yang cukup lengkap mulai dari jenis persilangan hingga yang langka, seperti grammatophyllum speciosum atau anggrek harimau. Spesies anggrek yang satu ini merupakan anggrek langka yang memiliki keistimewaan tersendiri. Anggrek terbesar di dunia ini berkembang biak di sela-sela pohon besar.

Taman Anggrek Ragunan berdiri sejak tahun 1973 dan di bawah wewenang Dinas Kelautan dan Pertanian. Di atas lahan seluas 5 hektar, Taman Anggrek Ragunan atau yang lebih dikenal dengan sebutan TAR ini berfungsi sebagai pusat promosi sekaligus pemasaran tanaman anggrek baik dalam bentuk tanaman maupun bunga potong dan juga sebagai sarana untuk mempelajari seluk beluk pemeliharaan anggrek. Luas lahan 5 hektar itu terbagi menjadi 42 kavling, yang masing-masing kavling disewakan kepada para petani anggrek dan TAR hanya sebagaishowroomnya saja. Setiap kavling memiliki luas sekitar 800 – 1.000 meter persegi. Masing–masing kavling terletak saling berdampingan, sehingga memudahkan pengunjung melihatnya tanpa terlewat satu kavlingpun.

taman-anggrek-ragunan-2

Panjang anggrek yang juga disebut sebagai anggrek tebu ini bisa mencapai 4,5 meter. Bahkan pernah tercatat satu rumpun anggrek ini memiliki berat 2 ton. Habitatnya di lingkungan panas dan hutan tropis yang lembab. Anggrek ini juga dikenal karena penampilannya yang luar biasa pada saat berbunga, walaupun cuma berbunga sekali dalam 2–4 tahun. Jika anggrek ini sedang berbunga, bunganya bisa mencapai 100 kuntum dan dapat bertahan lama antara 2-3 bulan. Bunganya berwarna kuning dengan pola bintik kecoklatan atau merah tua. Stem bunga dapat mencapai hingga 9 inci dengan kuntum bunga pertangkai bisa sampai 100 kuntum.

Koleksi tanaman anggrek di TAR setiap harinya ada saja yang berbunga tapi akan lebih indah jika berkunjungnya ketika dipenghujung musim hujan. Dengan demikian, pemandangannya akan jauh lebih indah dengan beranekaragam warna-warni dari bunga anggrek yang sedang bermekaran. Selain melihat anggrek ada juga kegiatan yang tidak kalah menariknya yang bisa dilakukan di TAR, terlebih bagi Anda yang menggemari tanaman jenis ini yaitu mengikuti kursus budidaya anggrek, konsultasi dan praktik persilangan anggrek di laboratorium yang ada di sini.

TAR buka setiap hari mulai pukul 8:00 – 17:00 wib. Namun berdasarkan pengalaman, dianjurkan untuk datang mulai pukul 9 pagi. Karena biasanya kavling-kavling mulai siap menerima kunjungan setelah jam tersebut. Biaya tiket masuk sebesar Rp. 1.000,-. TAR terletak sekitar 200 meter sebelah kiri dari pintu utama Taman Margasatwa Ragunan. Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik Kopaja 605A jurusan Blok M-Kemang-Ragunan atau naik bis Metro Mini 77 jurusan Blok M-Bangka-Ragunan, kemudian turun di depan Kebun Binatang Ragunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *